
"Sensasi Viral di Indonesia"
Game kasual tak dikenal menjadi game nasional Indonesia melalui satu tantangan TikTok.
Genre
Hiper-kasual / Arcade
Target Pasar
Indonesia (Utama),
Asia Tenggara
Peran Kami
Tantangan Hashtag TikTok,
Pemasaran Influencer
Tantangan
"Anggaran Terbatas, Pesaing Melimpah."
Anggaran Rendah
1/10 anggaran RPG besar
Tidak mampu biaya CPI tinggi
Kurang Kesadaran
Game baru tanpa IP
Kesulitan dalam akuisisi pengguna awal
Ketidakcocokan Target
Menargetkan Gen Z
Efisiensi rendah media tradisional
Solusi
QGames menggunakan wawasan lokal dari cabang Jakarta (Livooth) untuk menciptakan 'Budaya Bermain' alih-alih iklan.
Tantangan Hashtag (#JumpMasterSakti)
Tantangan tarian jari meniru lompatan game. Mendorong partisipasi pengguna.
Suara Lokal (Lokalisasi BGM)
Memproduksi sendiri remix BGM tantangan yang adiktif dengan ritme 'Dangdut' Indonesia.
Seeding KOL (Influencer Bombing)
5 Influencer Mega + 100 Influencer Mikro dikerahkan secara bersamaan. Mendominasi feed TikTok.
Hasil Utama
Ini terjadi hanya dalam 3 minggu. Konten buatan pengguna membanjiri pengeluaran iklan.
Mengapa Viral?
Hiper-Lokalisasi
Perencanaan Korea X β Tim Jakarta menangkap 'musik dan slang yang sedang tren'.
Pemasaran Partisipatif
Melihat Iklan X β Memainkan Iklan. Struktur hadiah partisipasi tantangan.
Peretasan Algoritma
Analisis presisi panjang video, musik, dan hashtag yang disukai TikTok.
Jujur, saya ragu apakah 'video menari' akan menghasilkan unduhan. Tapi melihat grafik server naik vertikal setelah tantangan TikTok dimulai membuat saya merinding. QGames bukan hanya pemasar, tetapi Trend Maker.